Nge-jam ber3
Ya, apa yang bisa dilakukan kalau sebuah band pemula, personelnya cuma ada tiga? Kebanyakan band trio adalah orang-orang profesional, contoh: Muse, Andra and The Backbone, Green Day, dll. Lha kalau di band amatir? Salah satu alasan utama adalah kurang orang, dan alasan inilah yang paling tepat untuk saya, adik saya, dan Krisma.
Senin, 7 Mei 2007, saya dan adik saya mengajak Krisma, teman mantan seperguruan saya ngeband. Tanpa banyak cing-cong langsung saja pesen tempat di studio.
Di sana kami bingung mau nyanyi lagu apa (nah lo), so kami maen asal saja yang penting nyambung. Alhasil bukan lagu yang didapat, malah suara aneh, asal, dan tidak jelas. Parahnya lagi, hal ini berlangsung selama hampir satu jam. Di tengah kegalauan dan frustasi, Krisma memainkan lagu tahun jebot, "If". Saya tahu tahu itu dan langsung mengambil bas. Kami bersama-sama memainkan dengan penuh feeling, gebukan drum adik saya hanya mengandalkan feeling dan saya hanya mengikuti progesi kord dari Krisma. Well, tidak buruk untuk yang pertama, vokal cabutan saya-pun tidak kacau. Kami memainkan lagu itu dengan enjoy dan penuh improvisasi, yah kami ngejam ber3.
Lagu kedua "I Will Fly" juga penuh aroma improvisasi (adik saya hanya mengandalkan feeling dalam memainkan drum). Dan saatnya solo gitar, kali ini saya memainkan gitar. Saya manfaatkan latihan tangga nada blues dan…wow wonderful, saya tidak menyangka, solo gitar saya benar-benar masuk, meski saya cuma memakai tangga nada blues.
Overall, kami benar-benar menikmatinya, tidak ada rasa beban saat pulang, malah yang ada rasa penasaran akan lagu-lagu lain yang mungkin bisa dicoba. Kesempatan lain adalah bulan Juni, saat saya pulang, so…are you ready to raawwwwkkkk???????